Tiba-tiba anak yang sebelumnya tidur nyenyak jadi sering terbangun di malam hari? Atau waktu tidur siang yang biasanya panjang kini berubah jadi lebih singkat dan rewel? Kondisi ini sering membuat Mommy dan Daddy bertanya-tanya, apakah ada yang salah.
Salah satu penyebab yang cukup umum adalah sleep regression. Fase ini sebenarnya normal terjadi dalam tahap perkembangan anak, meskipun memang bisa terasa cukup melelahkan bagi orang tua.
Pengertian Sleep Regression
Sleep regression adalah fase ketika pola tidur anak yang sebelumnya sudah stabil mendadak berubah. Anak bisa lebih sering terbangun di malam hari, sulit tidur, atau bangun lebih awal dari biasanya.
Menariknya, sleep regression bukanlah gangguan tidur permanen. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan lonjakan perkembangan, baik secara kognitif, motorik, maupun emosional. Saat kemampuan baru sedang berkembang, otak anak menjadi lebih aktif sehingga memengaruhi kualitas tidurnya.
Sleep Regression Terjadi di Usia Berapa?

Sleep regression bisa terjadi beberapa kali selama masa tumbuh kembang anak. Setiap fase biasanya berkaitan dengan milestone tertentu.
1. Usia 4 Bulan
Di usia ini, pola tidur bayi mulai berubah menjadi lebih mirip dengan pola tidur orang dewasa. Siklus tidurnya menjadi lebih jelas, sehingga bayi lebih mudah terbangun di antara siklus tersebut.
2. Usia 8–10 Bulan
Pada fase ini, banyak bayi mulai belajar duduk, merangkak, bahkan berdiri. Perkembangan motorik yang pesat bisa membuat mereka lebih gelisah saat tidur.
3. Usia 12–18 Bulan
Di usia ini, perkembangan bahasa dan kemampuan berjalan semakin matang. Anak juga mulai mengalami kecemasan perpisahan, sehingga lebih sulit tidur tanpa kehadiran orang tua.
4. Usia 2 Tahun ke Atas
Memasuki usia toddler, anak mulai memiliki keinginan yang lebih kuat dan belajar mengekspresikan emosi. Perubahan rutinitas, toilet training, atau transisi tempat tidur juga bisa memicu sleep regression.
Bahaya Sleep Regression untuk Anak
Secara umum, sleep regression bukan kondisi berbahaya. Namun, jika berlangsung lama tanpa penanganan yang tepat, kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati anak, konsentrasi, dan regulasi emosinya.
Kurang tidur juga bisa membuat anak lebih mudah tantrum, sulit fokus saat bermain atau belajar, serta tampak lebih sensitif. Bagi orang tua, kelelahan akibat kurang tidur tentu juga berdampak pada kualitas interaksi dengan anak.
Karena itu, penting untuk memahami bahwa meskipun fase ini normal, tetap diperlukan strategi yang tepat agar pola tidur anak bisa kembali stabil.
Cara Mengatasi Sleep Regression Anak

Menghadapi sleep regression memang butuh kesabaran, tetapi ada beberapa langkah yang bisa Mommy dan Daddy lakukan.
1. Konsisten dengan Rutinitas Tidur
Pastikan anak memiliki rutinitas sebelum tidur yang konsisten, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan cerita. Rutinitas yang berulang membantu anak merasa aman dan siap untuk tidur.
2. Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi
Periksa apakah anak merasa lapar, popok basah, atau tidak nyaman. Lingkungan tidur yang tenang, redup, dan tidak terlalu berisik juga membantu meningkatkan kualitas tidur.
3. Beri Dukungan Tanpa Membentuk Kebiasaan Baru
Saat anak terbangun, tenangkan dengan lembut tanpa langsung mengubah pola yang sudah dibangun. Hindari kebiasaan baru yang justru membuat anak semakin bergantung, seperti selalu digendong sampai tertidur jika sebelumnya tidak demikian.
4. Perhatikan Tanda Mengantuk
Terkadang anak menjadi terlalu lelah karena jam tidurnya terlewat. Mengenali tanda mengantuk seperti menggosok mata atau mulai rewel bisa membantu Mommy dan Daddy menidurkannya di waktu yang tepat.
Perlu diingat, sleep regression adalah bagian dari proses tumbuh kembang. Justru sering kali fase ini menandakan anak sedang mempelajari kemampuan baru yang penting bagi perkembangannya.
Baca Juga: Ketahui Fase Golden Age Anak dan Cara Mengoptimalkan Pertumbuhannya
Di lingkungan belajar yang memahami tahapan perkembangan anak, setiap fase ini akan dilihat sebagai proses alami yang perlu didampingi dengan sabar dan tepat. Di Sparks Preschool, pendekatan pembelajaran berbasis perkembangan membantu anak tumbuh secara emosional dan sosial, sekaligus membangun rutinitas yang sehat sejak dini.
Mommy dan Daddy yang ingin memberikan lingkungan belajar yang suportif dan memahami kebutuhan anak secara menyeluruh, bisa mencari tahu lebih lanjut tentang program yang tersedia di Sparks Preschool yang saat ini ada di Bintaro, Tebet, Cikarang, Bogor, Bekasi, dan Kemang Ampera.
Daftarkan Si Kecil Trial Class di Sparks Preschool Sekarang Juga!


