8 Dongeng Princess Populer untuk Anak, Penuh Pesan Moral

guru membacakan dongeng princess

Membacakan dongeng sebelum tidur adalah salah satu cara terbaik untuk membangun kedekatan antara anak dan orang tua. Selain menyenangkan, dongeng juga membantu mengembangkan imajinasi, bahasa, dan pemahaman emosi anak sejak dini.

Salah satu jenis cerita yang paling disukai adalah dongeng princess. Kisah tentang putri kerajaan yang baik hati, berani, dan penuh petualangan selalu berhasil membuat anak terbawa suasana.

Yuk, simak 8 dongeng princess populer yang bisa Mommy dan Daddy ceritakan untuk si kecil!

1. Dongeng Princess Cinderella

dongeng princess cinderella

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang gadis baik hati bernama Cinderella. Ia tinggal bersama ibu tiri dan dua saudara tirinya setelah ayahnya meninggal dunia. Sayangnya, ibu tiri dan saudara tirinya memperlakukan Cinderella dengan sangat tidak baik.

Setiap hari, Cinderella harus mengerjakan semua pekerjaan rumah sendirian. Ia membersihkan lantai, memasak, mencuci pakaian, hingga merapikan seluruh rumah. Sementara itu, kedua saudara tirinya hanya bersantai dan memerintahnya.

Meskipun diperlakukan tidak adil, Cinderella tetap bersikap sabar dan tidak pernah membalas dengan keburukan. Ia selalu berusaha tetap baik hati kepada semua orang.

Suatu hari, terdengar kabar bahwa kerajaan akan mengadakan pesta dansa besar di istana. Pesta itu diadakan agar pangeran bisa mencari pasangan hidup. Semua gadis di kerajaan diundang untuk datang, termasuk Cinderella.

Cinderella sangat ingin pergi ke pesta tersebut. Ia pun diam-diam mencoba memperbaiki gaun lamanya agar bisa dipakai. Namun, saat ibu tiri dan saudara tirinya melihatnya, mereka justru merusak gaun Cinderella dan melarangnya ikut.

Cinderella merasa sangat sedih. Ia duduk sendirian di taman sambil menangis. Tiba-tiba, muncul seorang peri baik hati di hadapannya.

Peri itu tersenyum dan berkata bahwa ia akan membantu Cinderella pergi ke pesta. Dengan tongkat sihirnya, ia mengubah gaun Cinderella menjadi sangat indah. Labu diubah menjadi kereta, dan tikus menjadi kuda.

Namun, peri itu memberikan satu pesan penting: semua sihir akan hilang saat jam menunjukkan pukul dua belas malam.

Cinderella pun pergi ke pesta dengan penuh kebahagiaan. Saat ia tiba di istana, semua orang terpesona melihatnya, termasuk sang pangeran.

Pangeran segera mengajak Cinderella berdansa. Mereka berbincang dan tertawa bersama. Cinderella merasa sangat bahagia, seolah-olah semua kesedihannya hilang.

Namun, tanpa terasa waktu berjalan cepat. Saat jam hampir menunjukkan tengah malam, Cinderella teringat pesan dari peri. Ia pun segera berpamitan dan berlari meninggalkan istana.

Dalam pelariannya, salah satu sepatu kacanya terlepas di tangga istana. Cinderella tidak sempat mengambilnya dan langsung pulang sebelum sihirnya hilang.

Keesokan harinya, pangeran mengumumkan bahwa ia akan mencari pemilik sepatu kaca tersebut. Ia berkeliling ke seluruh rumah untuk mencobakan sepatu itu kepada setiap gadis.

Saat tiba di rumah Cinderella, kedua saudara tirinya mencoba memakai sepatu itu, tetapi tidak ada yang cocok. Cinderella pun mencoba, meskipun ibu tirinya berusaha menghalangi.

Ternyata, sepatu itu pas di kaki Cinderella. Pangeran pun mengenalinya sebagai gadis yang ia temui di pesta.

Akhirnya, Cinderella dibawa ke istana dan menikah dengan pangeran. Ia hidup bahagia dan tidak melupakan kebaikan hatinya.

Pesan moral: Kebaikan dan kesabaran akan membawa kebahagiaan.

2. Dongeng Princess Snow White (Putri Salju)

Dongeng Princess Snow White (Putri Salju)

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang putri yang sangat cantik bernama Putri Salju. Ia memiliki kulit seputih salju, rambut hitam berkilau, dan hati yang sangat baik. Ia tinggal bersama ibu tirinya, seorang ratu yang sangat cantik namun berhati dingin.

Ratu memiliki sebuah cermin ajaib. Setiap hari, ia selalu bertanya, “Wahai cermin, siapa wanita tercantik di dunia?” Dan cermin itu selalu menjawab bahwa ratu adalah yang tercantik.

Namun, suatu hari cermin itu menjawab bahwa Putri Salju kini lebih cantik darinya. Mendengar hal itu, ratu menjadi sangat marah dan iri. Ia tidak bisa menerima kenyataan tersebut.

Karena rasa iri yang besar, ratu memerintahkan seorang pemburu untuk membawa Putri Salju ke dalam hutan dan menghilangkannya. Pemburu itu pun membawa Putri Salju pergi, namun ia tidak tega melukai putri yang baik hati itu.

Akhirnya, pemburu tersebut meminta Putri Salju untuk melarikan diri sejauh mungkin agar tidak ditemukan oleh ratu. Putri Salju pun berlari masuk ke dalam hutan dengan rasa takut dan sedih.

Setelah berjalan cukup lama, ia menemukan sebuah pondok kecil yang terlihat sederhana. Dengan ragu, ia masuk ke dalam dan melihat isi rumah yang berantakan. Putri Salju pun membersihkannya dengan rapi.

Di dalam pondok itu terdapat tujuh tempat tidur kecil. Karena kelelahan, Putri Salju akhirnya tertidur.

Tak lama kemudian, tujuh kurcaci pemilik rumah itu pulang. Mereka terkejut melihat ada seorang gadis cantik yang tertidur di rumah mereka. Namun saat Putri Salju terbangun dan menceritakan semuanya, para kurcaci merasa iba dan membiarkannya tinggal bersama mereka.

Mereka hidup bersama dengan bahagia. Putri Salju membantu membersihkan rumah, sementara para kurcaci bekerja setiap hari.

Namun, di istana, ratu kembali bertanya pada cermin ajaibnya. Ia pun mengetahui bahwa Putri Salju masih hidup. Ratu menjadi sangat marah dan bertekad untuk membunuhnya sendiri.

Ia menyamar menjadi seorang nenek tua dan membuat apel beracun. Suatu hari, saat para kurcaci pergi bekerja, ratu datang ke pondok dan menawarkan apel tersebut kepada Putri Salju.

Putri Salju yang tidak curiga pun menerima dan memakannya. Seketika itu juga, ia jatuh tertidur dan tidak sadarkan diri.

Saat para kurcaci pulang, mereka sangat sedih melihat Putri Salju. Mereka tidak bisa membangunkannya, sehingga mereka menjaganya dengan penuh harap.

Hingga suatu hari, seorang pangeran datang ke hutan dan menemukan Putri Salju. Ia mengenalinya dan merasa sangat sedih melihatnya terbaring diam.

Dengan penuh cinta, pangeran mencium Putri Salju. Tiba-tiba, kutukan pun terlepas dan Putri Salju terbangun.

Akhirnya, Putri Salju kembali hidup bahagia bersama pangeran, sementara ratu jahat tidak pernah terlihat lagi.

3. Dongeng Princess Sleeping Beauty

Pada zaman dahulu, di sebuah kerajaan yang damai, lahirlah seorang putri yang sangat cantik. Raja dan ratu sangat bahagia, lalu mengadakan pesta besar untuk merayakan kelahirannya. Mereka mengundang para peri untuk memberikan doa dan hadiah bagi sang putri.

Namun, ada satu peri jahat yang tidak diundang. Ia merasa sangat marah dan tersinggung. Tiba-tiba, ia datang ke istana dan memberikan kutukan kepada sang putri.

Peri jahat itu berkata bahwa suatu hari nanti, sang putri akan tertusuk jarum pemintal dan tertidur selamanya. Semua orang di istana menjadi sangat ketakutan.

Untungnya, salah satu peri baik belum sempat memberikan doanya. Ia pun mengubah kutukan itu. Sang putri tidak akan tertidur selamanya, tetapi hanya tertidur panjang dan bisa terbangun oleh cinta sejati.

Sejak saat itu, raja memerintahkan agar semua alat pemintal di kerajaan dihancurkan. Mereka ingin melindungi putri dari kutukan tersebut.

Waktu berlalu, sang putri tumbuh menjadi gadis yang cantik dan baik hati. Namun suatu hari, saat berjalan-jalan di dalam istana, ia menemukan sebuah ruangan tua yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Di dalam ruangan itu, ada seorang wanita tua yang sedang memintal benang. Putri yang penasaran pun mendekat dan mencoba alat tersebut. Tanpa disadari, ia tertusuk jarum dan langsung tertidur.

Kutukan pun terjadi. Seluruh kerajaan ikut tertidur bersamanya. Waktu seakan berhenti di kerajaan itu.

Bertahun-tahun kemudian, seorang pangeran mendengar cerita tentang putri yang tertidur. Ia memutuskan untuk mencari kerajaan tersebut.

Setelah melewati hutan yang lebat, pangeran akhirnya menemukan istana. Ia masuk dan melihat semua orang tertidur, hingga akhirnya menemukan sang putri.

Dengan penuh harapan, pangeran mencium putri tersebut. Seketika, kutukan pun terlepas. Putri terbangun, dan seluruh kerajaan kembali hidup.

Mereka pun hidup bahagia selamanya.

Pesan moral: Harapan dan kebaikan akan selalu menemukan jalan.

4. Dongeng Princess Rapunzel

Dongeng Princess Snow White (Putri Salju)

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang bayi perempuan yang diculik oleh seorang penyihir jahat. Bayi itu diberi nama Rapunzel dan dibesarkan oleh penyihir tersebut di sebuah menara tinggi yang tidak memiliki pintu.

Rapunzel tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dengan rambut panjang yang luar biasa. Rambutnya bahkan bisa menjulur hingga ke bawah menara.

Setiap hari, penyihir datang mengunjungi Rapunzel dengan berkata, “Rapunzel, turunkan rambutmu!” Rapunzel pun menurunkan rambutnya agar penyihir bisa naik ke atas.

Rapunzel tidak pernah keluar dari menara dan tidak mengenal dunia luar. Ia hanya menghabiskan waktunya dengan bernyanyi dan melihat pemandangan dari jendela.

Suatu hari, seorang pangeran melewati hutan dan mendengar suara nyanyian Rapunzel. Ia penasaran dan mencari asal suara tersebut hingga menemukan menara.

Pangeran melihat bagaimana penyihir naik ke menara menggunakan rambut Rapunzel. Setelah penyihir pergi, pangeran mencoba hal yang sama dan berhasil naik.

Saat pertama kali bertemu, Rapunzel terkejut, namun perlahan mereka mulai berbicara dan menjadi dekat. Pangeran sering datang diam-diam untuk menemani Rapunzel.

Rapunzel mulai bercerita bahwa ia ingin melihat dunia luar. Ia ingin merasakan kehidupan di luar menara.

Namun suatu hari, penyihir mengetahui tentang pangeran. Ia menjadi sangat marah dan menghukum Rapunzel dengan mengusirnya jauh dari menara.

Pangeran yang datang kemudian terjebak dan harus menghadapi berbagai kesulitan. Meski begitu, ia tidak menyerah dan terus mencari Rapunzel.

Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya mereka bertemu kembali. Dengan penuh kebahagiaan, mereka pun memutuskan untuk hidup bersama.

Rapunzel akhirnya bebas dari menara dan bisa melihat dunia luar yang selama ini ia impikan.

Pesan moral: Keberanian dan harapan akan membawa kebebasan.

5. Dongeng Princess The Little Mermaid (Putri Duyung)

Di dasar laut yang indah, hiduplah seorang putri duyung yang sangat penasaran dengan dunia manusia. Ia sering mengumpulkan benda-benda yang jatuh dari kapal dan menyimpannya sebagai harta berharga.

Ia sangat ingin melihat dunia di atas laut. Suatu hari, ia berhasil naik ke permukaan dan melihat sebuah kapal besar. Di sana, ia melihat seorang pangeran yang tampan.

Namun, tiba-tiba badai datang dan kapal itu karam. Putri duyung dengan berani menyelamatkan pangeran dan membawanya ke pantai. Ia menatap pangeran itu dengan penuh rasa kagum sebelum kembali ke laut.

Sejak saat itu, ia jatuh cinta pada pangeran dan ingin menjadi manusia agar bisa bersamanya. Ia pun pergi menemui penyihir laut.

Penyihir tersebut setuju membantu, tetapi dengan syarat: putri duyung harus menukar suaranya yang indah dengan sepasang kaki. Selain itu, jika pangeran tidak mencintainya, ia akan kehilangan segalanya.

Dengan tekad yang kuat, putri duyung menerima syarat tersebut. Ia pun berubah menjadi manusia.

Di dunia manusia, ia berusaha mendekati pangeran. Mereka menjadi dekat, meskipun putri duyung tidak bisa berbicara.

Namun, perjalanan itu tidak mudah. Ia harus belajar berjalan, beradaptasi, dan menghadapi berbagai tantangan.

Meski tidak semuanya berjalan sesuai harapan, putri duyung belajar tentang arti pengorbanan, keberanian, dan menerima diri sendiri.

Pesan moral: Hargai diri sendiri dan berani menghadapi pilihan hidup.

6. Dongeng Princess Beauty and the Beast

Belle adalah seorang gadis yang cerdas dan baik hati. Ia tinggal bersama ayahnya di sebuah desa kecil. Belle sangat suka membaca buku dan sering bermimpi tentang petualangan.

Suatu hari, ayah Belle tersesat dan menemukan sebuah istana besar. Tanpa disadari, istana itu adalah milik Beast, seorang pangeran yang dikutuk menjadi makhluk menyeramkan.

Beast menangkap ayah Belle karena masuk tanpa izin. Ketika Belle mengetahui hal itu, ia datang ke istana dan menawarkan dirinya untuk menggantikan ayahnya.

Beast setuju, dan Belle pun tinggal di istana. Awalnya, Belle merasa takut. Namun, seiring waktu, ia mulai melihat sisi lain dari Beast.

Ia menyadari bahwa Beast sebenarnya memiliki hati yang baik, hanya saja ia kesepian. Mereka mulai berbicara, makan bersama, dan saling mengenal.

Perlahan, hubungan mereka berubah menjadi rasa saling peduli. Belle melihat kebaikan dalam diri Beast, sementara Beast belajar untuk menjadi lebih lembut.

Pada akhirnya, cinta tulus Belle berhasil mematahkan kutukan. Beast pun kembali menjadi pangeran seperti semula.

Mereka hidup bahagia bersama.

Pesan moral: Jangan menilai seseorang dari penampilannya.

7. Dongeng Princess and the Frog

Tiana adalah seorang gadis pekerja keras yang memiliki mimpi untuk membuka restoran sendiri. Ia selalu berusaha keras dan tidak mudah menyerah.

Suatu hari, ia bertemu dengan seekor katak yang bisa berbicara. Katak itu ternyata adalah seorang pangeran yang terkena kutukan.

Katak tersebut meminta Tiana untuk menciumnya agar bisa kembali menjadi manusia. Namun, yang terjadi justru Tiana ikut berubah menjadi katak.

Mereka pun harus berpetualang bersama untuk mencari cara mematahkan kutukan tersebut. Dalam perjalanan, mereka bertemu banyak teman dan menghadapi berbagai tantangan.

Tiana belajar bahwa hidup bukan hanya tentang bekerja keras, tetapi juga tentang menghargai perjalanan dan orang-orang di sekitarnya.

Akhirnya, dengan ketulusan dan kerja sama, kutukan itu terlepas. Mereka kembali menjadi manusia dan mewujudkan impian mereka bersama.

Pesan moral: Kerja keras dan ketulusan akan membawa hasil yang indah.

8. Dongeng Princess Frozen (Elsa dan Anna)

Di sebuah kerajaan yang dingin, hiduplah dua putri, Elsa dan Anna. Elsa memiliki kekuatan ajaib untuk menciptakan es dan salju.

Namun, karena takut melukai orang lain, Elsa menjauh dari Anna dan menutup dirinya. Ia hidup dalam ketakutan akan kekuatannya sendiri.

Suatu hari, kekuatan Elsa tidak terkendali dan membuat seluruh kerajaan membeku. Elsa pun melarikan diri ke pegunungan.

Anna yang sangat menyayangi kakaknya memutuskan untuk mencarinya. Ia melakukan perjalanan panjang dan penuh tantangan demi menyelamatkan Elsa.

Akhirnya, Anna menemukan Elsa dan menunjukkan bahwa cinta tidak perlu ditakuti. Dengan kasih sayang dan pengorbanan, Elsa belajar mengendalikan kekuatannya.

Kerajaan kembali hangat, dan mereka pun hidup bersama dengan bahagia sebagai saudara yang saling mencintai.

Pesan moral: Cinta keluarga adalah kekuatan yang paling besar.

Baca Juga: Dongeng Anak Sebelum Tidur yang Penuh Makna

Dongeng princess bukan hanya cerita yang indah, tetapi juga sarana belajar yang penuh makna untuk anak. Dengan cerita yang lebih panjang dan mendalam, anak bisa lebih memahami emosi, nilai kehidupan, dan imajinasi.

Di Sparks Preschool, storytelling menjadi bagian penting dalam proses belajar anak. Melalui cerita, anak diajak untuk mengembangkan bahasa, empati, dan kepercayaan diri secara alami.

Bagi Mommy & Daddy yang sedang mencari preschool terdekat dengan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan sosial-emosional anak, Sparks Preschool hadir di berbagai lokasi seperti Bintaro, Tebet, Cikarang, Bogor, Bekasi, dan Kemang Ampera

 

Related Articles