Memberikan reward atau penghargaan kepada anak sering menjadi bagian dari pola asuh sehari-hari. Mulai dari pujian sederhana hingga hadiah kecil, semua bisa menjadi bentuk apresiasi atas perilaku positif si kecil.
Namun, tidak sedikit orang tua yang masih bingung, apakah reward benar-benar efektif? Atau justru membuat anak menjadi “terbiasa diberi hadiah”?
Kuncinya bukan pada apakah reward digunakan atau tidak, tetapi bagaimana cara memberikannya dengan tepat.
Apa Itu Reward dalam Pola Asuh Anak?
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan reward dalam konteks parenting.
Reward adalah bentuk apresiasi atau penghargaan yang diberikan kepada anak atas perilaku atau usaha positif yang mereka lakukan. Reward tidak selalu berupa barang, tetapi bisa juga berupa pujian, perhatian, atau pengalaman menyenangkan.
Dalam pendekatan yang tepat, reward berfungsi sebagai penguat (positive reinforcement) agar anak memahami perilaku mana yang baik dan layak diulang.
Manfaat Reward untuk Perkembangan Anak

Jika diberikan dengan cara yang tepat, reward bisa memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang si kecil.
1. Memperkuat perilaku positif
Anak cenderung mengulang perilaku yang mendapatkan respon positif, seperti merapikan mainan atau berbagi dengan teman.
2. Meningkatkan motivasi anak
Reward bisa menjadi dorongan awal bagi anak untuk mencoba hal baru atau menyelesaikan tugas.
3. Membangun rasa percaya diri
Apresiasi atas usaha membuat buah hati merasa dihargai dan lebih percaya diri.
4. Membantu anak memahami konsekuensi
Anak belajar bahwa setiap tindakan memiliki hasil, sehingga mulai memahami konsep sebab-akibat.
Jenis-Jenis Reward yang Bisa Diberikan
Agar tidak selalu bergantung pada hadiah materi, penting bagi orang tua untuk mengenal berbagai jenis reward yang bisa diberikan.
1. Verbal praise (pujian)
Contohnya seperti “Wah, kamu hebat sudah merapikan mainan!” Pujian yang spesifik lebih efektif dibanding pujian umum.
2. Physical affection
Pelukan, high-five, atau tepukan ringan bisa menjadi bentuk apresiasi yang sederhana namun bermakna.
3. Quality time
Mengajak anak bermain bersama atau memilih aktivitas favorit bisa menjadi reward yang menyenangkan.
4. Reward berbentuk pengalaman
Misalnya pergi ke taman, bermain di playground, atau memilih cerita sebelum tidur.
5. Hadiah kecil (jika diperlukan)
Boleh diberikan sesekali, tetapi tidak menjadi bentuk utama agar anak tidak bergantung pada reward material.
Baca Juga: Apa Itu Permisif Parenting, Ciri-ciri, Dampak, dan Risikonya terhadap Anak
Cara Memberikan Reward yang Tepat pada Anak

Agar reward benar-benar efektif, cara pemberiannya perlu diperhatikan, berikut di antaranya:
1. Berikan reward segera setelah perilaku positif
Semakin cepat diberikan, semakin mudah anak menghubungkan perilaku dengan apresiasi yang diterima.
2. Fokus pada usaha, bukan hanya hasil
Misalnya, “Mama bangga kamu sudah mencoba,” bukan hanya saat anak berhasil.
3. Gunakan reward secara konsisten
Konsistensi membantu anak memahami pola perilaku yang diharapkan.
4. Sesuaikan dengan usia anak
Anak preschool lebih mudah memahami reward sederhana dan langsung.
5. Kurangi reward secara bertahap
Seiring waktu, bantu anak melakukan hal baik tanpa harus selalu diberi reward.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Memberi Reward
Agar tidak berdampak negatif, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari oleh orang tua.
1. Terlalu sering memberikan hadiah material
Ini bisa membuat anak hanya termotivasi oleh hadiah, bukan dari dalam dirinya.
2. Memberikan reward untuk hal yang seharusnya menjadi kebiasaan
Misalnya makan atau tidur, yang seharusnya menjadi rutinitas tanpa perlu imbalan.
3. Reward dijadikan “suap”
Contohnya, “Kalau kamu diam, nanti dibelikan mainan.” Ini bisa membentuk kebiasaan yang kurang sehat.
4. Tidak konsisten
Kadang diberi reward, kadang tidak, bisa membuat anak bingung dengan ekspektasi.
Baca Juga: Ketahui Fase Golden Age Anak dan Cara Mengoptimalkan Pertumbuhannya
Peran Lingkungan dalam Membentuk Perilaku Positif Anak
Selain dari rumah, lingkungan belajar juga berperan penting dalam membentuk kebiasaan dan perilaku si kecil. Di Sparks Preschool, pendekatan pembelajaran dirancang untuk membangun motivasi intrinsik anak, bukan hanya bergantung pada reward. Anak diajak memahami proses, mencoba hal baru, dan mendapatkan apresiasi secara seimbang.
Mommy & Daddy bisa mengenal lebih lanjut program di Sparks Preschool serta melihat bagaimana pendekatan kurikulum dirancang untuk mendukung perkembangan karakter anak sejak dini. Untuk pengalaman langsung, si kecil juga bisa mencoba Trial Class dan merasakan suasana belajar yang hangat dan menyenangkan.
Yuk Coba Trial Class Gratis di Sparks Preschool


