Dalam proses tumbuh kembang anak, otak memiliki peran yang sangat penting dalam membantu si kecil belajar, berpikir, berkomunikasi, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Mungkin Mommy & Daddy pernah mendengar istilah “anak dominan otak kiri” atau “anak dominan otak kanan”. Namun sebenarnya, bagaimana fungsi otak kiri dan kanan pada anak? Apakah keduanya benar-benar memiliki peran yang berbeda? Yuk, simak selengkapnya!
Apa Itu Otak Kiri dan Otak Kanan?
Sebelum memahami fungsinya, penting untuk mengetahui bahwa otak manusia terdiri dari dua belahan utama, yaitu otak kiri dan otak kanan.
Kedua bagian ini bekerja saling terhubung dan memiliki peran masing-masing dalam proses berpikir serta aktivitas sehari-hari anak. Secara umum, otak kiri lebih sering dikaitkan dengan logika dan bahasa, sedangkan otak kanan berhubungan dengan kreativitas dan imajinasi.
Namun, keduanya tidak bekerja secara terpisah. Dalam aktivitas sehari-hari, anak menggunakan kedua sisi otak secara bersamaan.
Fungsi Otak Kiri pada Anak

Otak kiri sering dikaitkan dengan kemampuan berpikir yang lebih terstruktur dan analitis.
1. Membantu kemampuan bahasa
Fungsi otak kiri berperan dalam kemampuan berbicara, memahami kata, membaca, dan menulis.
2. Mendukung kemampuan logika
Saat anak belajar mengenal pola, urutan, atau memecahkan masalah sederhana, otak kiri ikut bekerja.
3. Berkaitan dengan kemampuan berhitung
Aktivitas numerik seperti mengenal angka dan berhitung dasar juga melibatkan fungsi otak kiri.
4. Membantu anak memahami instruksi
Kemampuan mengikuti langkah atau aturan sederhana banyak diproses oleh bagian ini.
Fungsi Otak Kanan pada Anak
Berbeda dengan otak kiri, otak kanan lebih sering dikaitkan dengan kreativitas dan ekspresi.
1. Mendukung kreativitas dan imajinasi
Saat si kecil menggambar, bermain peran, atau membuat cerita, otak kanan aktif bekerja.
2. Membantu memahami emosi
Otak kanan membantu anak mengenali ekspresi wajah, nada bicara, dan emosi orang lain.
3. Berkaitan dengan seni dan musik
Kemampuan menikmati lagu, ritme, warna, dan visual juga melibatkan fungsi otak kanan.
4. Membantu berpikir secara visual
Anak menggunakan otak kanan saat mengenali bentuk, gambar, atau mengingat melalui visual.
Baca Juga: Pentingnya Reward untuk Anak & Cara Memberikannya yangTepat!
Benarkah Anak Bisa Dominan Otak Kiri atau Kanan?
Banyak orang percaya bahwa ada anak yang “lebih otak kiri” atau “lebih otak kanan”. Namun sebenarnya, konsep ini tidak sepenuhnya sesederhana itu.
Menurut berbagai penelitian perkembangan otak, kedua sisi otak tetap bekerja bersama dalam hampir semua aktivitas. Hanya saja, beberapa anak mungkin menunjukkan minat atau kekuatan tertentu, misalnya lebih suka berhitung atau lebih tertarik pada seni.
Karena itu, penting untuk tidak membatasi anak dengan label tertentu. Baik kemampuan logika maupun kreativitas sama-sama penting untuk dikembangkan secara seimbang.
Cara Menstimulasi Keseimbangan Fungsi Otak Anak
Agar perkembangan anak lebih optimal, orang tua bisa memberikan berbagai aktivitas yang membantu menstimulasi kedua sisi otak secara seimbang.
1. Aktivitas Logika dan Numerik
Aktivitas ini membantu melatih kemampuan berpikir terstruktur dan problem solving anak. Misalnya, bermain puzzle, mengenal angka, dan bermain matching game untuk konsentrasi dan logika.
2. Aktivitas Seni dan Kreativitas
Selain logika, kreativitas juga penting untuk perkembangan anak usia dini, seperti menggambar dan mewarnai, bermain musik dan bernyanyi, dan bermain role play. Semuanya berperan untuk melatih anak berimajinasi.
3. Bermain Aktif dan Eksploratif
Anak usia dini belajar paling baik melalui eksplorasi langsung. Seperti bermain di luar ruangan, sensory play, sampai eksperimen sederhana
4. Membaca dan Bercerita
Aktivitas membaca juga membantu menstimulasi banyak area perkembangan anak sekaligus. Parents dapat membacakan dongeng, mengajak anak bercerita kembali untuk melatih kemampuan komunikasi dan daya ingat anak, serta memanfaatkan buku bergambar untuk membantu anak lebih fokus dan memahami cerita.
Baca Juga: Cara Mengajari Anak Slow Learner dengan Sabar dan Efektif
Peran Orang Tua dan Sekolah dalam Mendukung Perkembangan Anak

Selain stimulasi di rumah, lingkungan belajar juga memiliki peran besar dalam membantu perkembangan fungsi otak anak secara seimbang. Anak membutuhkan pengalaman belajar yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga kreativitas, eksplorasi, dan interaksi sosial.
Di Sparks Preschool, anak-anak diajak belajar melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan mereka. Mulai dari kegiatan kreatif, sensory play, hingga aktivitas problem solving sederhana, semuanya dirancang untuk membantu perkembangan anak secara menyeluruh.
Mommy & Daddy bisa mengenal lebih lanjut program di Sparks Preschool serta melihat bagaimana pendekatan kurikulum dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara holistik. Yuk, ajak si kecil mencoba Trial Class Gratis dan rasakan pengalaman belajar yang hangat dan menyenangkan.


