Contoh Kegiatan Motorik Kasar Anak 0-6 Tahun, Parents Wajib Tahu!

contoh kegiatan motorik kasar: menari

Setiap anak membutuhkan stimulasi gerak yang sesuai dengan tahap usianya agar tumbuh kembangnya optimal. Berbagai contoh kegiatan motorik kasar dapat membantu anak melatih kekuatan tubuh, keseimbangan, dan koordinasi sejak dini. Simak penjelasan lengkap beserta contoh aktivitas motorik kasar sesuai usia anak di bawah ini.

Pengertian Motorik Kasar

contoh kegiatan motorik kasar: melempar bola

Motorik kasar adalah kemampuan anak dalam menggerakkan otot-otot besar tubuh, seperti tangan, kaki, dan tubuh bagian inti. Kemampuan ini digunakan anak untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari berguling, berjalan, berlari, hingga melompat.

Perkembangan motorik kasar sangat berkaitan dengan keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan tubuh anak. Oleh karena itu, stimulasi yang tepat sejak usia dini penting agar anak dapat bergerak dengan percaya diri dan nyaman.

Contoh Kegiatan Motorik Kasar Sesuai Usia

contoh kegiatan motorik kasar: berlari

Berikut adalah beberapa motorik kasar contohnya yang dapat distimulasi sesuai tahap perkembangan anak usia 0–6 tahun:

1. Usia 0–1 Tahun

Pada tahap ini, anak mulai belajar mengontrol gerakan tubuhnya. Kegiatan motorik kasar difokuskan pada penguatan otot dasar dan koordinasi sederhana.
Contoh kegiatan motorik kasar adalah tummy time, berguling, merangkak, serta belajar duduk dan berdiri dengan bantuan.

2. Usia 1–2 Tahun

Anak mulai aktif bergerak dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Aktivitas motorik kasar membantu anak melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh.
Contoh kegiatan yang bisa dilakukan antara lain berjalan tanpa bantuan, naik-turun tangga dengan pegangan, mendorong mainan, dan melempar bola.

3. Usia 2–3 Tahun

Di usia ini, anak semakin percaya diri dengan kemampuan fisiknya. Gerakan motorik kasar menjadi lebih variatif dan terarah.
Motorik kasar contohnya seperti berlari pelan, melompat di tempat, menendang bola, serta memanjat permainan yang aman.

4. Usia 3–4 Tahun

Anak mulai mampu mengontrol gerakan tubuh dengan lebih baik. Aktivitas motorik kasar membantu meningkatkan koordinasi dan kekuatan otot.
Contohnya adalah melompat dengan satu atau dua kaki, bermain sepeda roda tiga, meniti papan rendah, dan mengikuti gerakan sederhana.

5. Usia 4–6 Tahun

Pada tahap ini, gerakan anak semakin kompleks dan terkoordinasi. Anak juga mulai menikmati aktivitas fisik berkelompok.
Motorik kasar contohnya meliputi berlari zig-zag, bermain bola bersama teman, lompat rintangan, menari mengikuti irama, dan permainan outdoor terstruktur.

Manfaat Kegiatan Motorik Kasar

contoh kegiatan motorik kasar: memanjat permainan yang aman

Kegiatan motorik kasar memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Berikut beberapa manfaat utama yang bisa didapatkan anak melalui aktivitas fisik yang terstimulasi dengan baik.

1. Meningkatkan kekuatan dan koordinasi tubuh

Aktivitas motorik kasar membantu memperkuat otot besar seperti tangan, kaki, dan tubuh bagian inti. Anak juga belajar mengoordinasikan gerakan tubuhnya dengan lebih seimbang dan terkontrol.

2. Melatih keseimbangan dan kepercayaan diri

Saat anak berlari, melompat, atau memanjat, mereka belajar mengenali kemampuan tubuhnya sendiri. Keberhasilan melakukan gerakan tertentu membantu meningkatkan rasa percaya diri anak.

3. Mendukung perkembangan kognitif dan fokus

Gerakan fisik yang teratur membantu anak mengembangkan konsentrasi dan kemampuan mengikuti instruksi. Aktivitas motorik kasar juga mendukung kesiapan anak dalam menerima kegiatan belajar lainnya.

4. Menyalurkan energi dan emosi secara positif

Anak usia dini memiliki energi besar yang perlu disalurkan dengan tepat. Melalui kegiatan motorik kasar, anak dapat bergerak aktif, merasa lebih tenang, dan lebih siap mengikuti rutinitas sehari-hari.

Baca Juga: Montessori untuk Anak Preschool: Prinsip, Manfaat, dan Penerapannya

Preschool untuk Memaksimalkan Motorik Kasar Anak

Lingkungan preschool yang tepat dapat membantu memaksimalkan perkembangan motorik kasar anak secara optimal. Di preschool, anak mendapatkan kesempatan bergerak melalui aktivitas yang dipandu oleh pendidik, permainan kelompok, dan rutinitas harian yang sesuai usia.

Sparks Preschool memiliki empat jenjang program, yaitu Nursery 1 (2–3 tahun), Nursery 2 (3–4 tahun), Kindergarten 1 (4–5 tahun), dan Kindergarten 2 (5–6 tahun). Saat ini, Sparks Preschool hadir di beberapa lokasi, seperti Bintaro, Tebet, Cikarang, Bogor, Bekasi, dan Kemang Ampera, sehingga memudahkan Mommy & Daddy memilih preschool yang dekat dan sesuai kebutuhan si kecil.

Daftarkan si kecil untuk Trial Class dan rasakan langsung suasana belajar yang hangat, aman, dan menyenangkan. Amankan jadwal Trial Class Mommy & Daddy di sini: +62-822-1000-9680.

Short Form - Affordable Premium Preschool (IZ)
Related Articles